• img-book

    Yusrina Sri

ISBN: 978-602-6506-76-4
Category:

Seseorang Mencuri Ingatan Bapak

by: Yusrina Sri

Ada kata-kata yang patah, lantas dirangkai jadi kisah. Ada luka-luka yang nganga, lalu berwujud jadi cerita. Tidak semua kata menjadi kisah, memang, seperti halnya tidak semua luka mewujud cerita. Tidak pula mesti semua kisah, semua cerita, bermuasal dari kata yang patah atau luka yang nganga. Sebagian kisah, kadang tidak terlalu penting-penting betul untuk diceritakan (mungkin hanya senang mengganggu saja, hingga akhirnya dituliskan), tergantung pula penilaian penting tidak penting itu dari sudut mana dan atas dasar apa. Sebagian cerita, kadang bisa saja dianggap penting tapi pada akhirnya tidak untuk diceritakan.

Apa pun itu, bukan soal. Saya rasa, tukang cerita hanya ingin bercerita, sebab ia suka. Dan saya yang lagi berlakon ini (entah sebagai tukang cerita atau juru tulis cerita) ingin pula menulis dan bercerita, sebab saya suka. Sesederhana itu saja. Abai pada hal yang kita suka memang bukanlah perkara mudah, seperti mudahnya membuang ludah di area publik hingga membuat orang jijik, atau apalah, atau apalah. Ya sudahlah.

Selebihnya, terima kasih kepada Allah, yang menganugerahi saya dua mata, dua telinga, satu mulut, seperangkat lengkap otak yang selalu sibuk, dan bermiliaran anugerah, baik yang saya tahu tapi tidak kuasa saya sebut, maupun yang saya tidak tahu dan tentu saja tidak mampu saya sebut. Terima kasih kepada sosok-sosok yang menghuni ruang paling dalam, paling suci, dari hati saya.

Terima kasih untuk semua tokoh dan lakon, baik yang nyata berseliweran di hidup saya maupun yang sekadar berseliweran dalam kepala. Kedua-duanya pada akhirnya berevolusi, lalu lahir sebagai sebuah ide yang memunculkan diri (seringnya) di saat-saat ‘ganjil’ dan tempat-tempat ‘sakral’. Juga, terima kasih kepada Bang Alizar Tanjung, Rumahkayu Pustaka Utama, dan segenap tim, yang melalui tangan dan kreativitas mereka, buku ini lahir dengan wujud utuh dan layak.

Selamat membaca, kalau begitu. Selamat mencari dan menemukan. Bila tidak menemukan, tidak apa, mungkin saja yang Anda cari tidak tersembunyi di dalam buku ini. Bisa jadi terendap dalam saku baju orang lain, atau malah terselip dalam dompet Anda sendiri. Siapa tahu. Baiklah, di sini kita berpisah sudah. Salam!

Meet the Author
avatar-author
Yusrina Sri. Lahir dan tumbuh remaja di Pesisir Selatan, tanah perantauan ibunya, lantas usai sekolah menengah pertama, ia tinggal jauh dari keluarga untuk menempuh pendidikan. Perjalanan berlanjut dan itu artinya masih harus jauh dari rumah dan jauh dari kata pulang. Pemamah buku tingkat akut. Sesekali menulis puisi, cerita pendek, resensi, tulisan reliji (beberapa dimuat di media, beberapa bernasib baik diterbitkan, dan sisanya masih mengendap di laptop, terserak di catatan, dan terkatung-katung tak selesai); Kau Bertanya Mengapa Aku Bergincu (kumpulan puisi, 2014), Bangga Jadi Perempuan (buku reliji, Penerbit Quanta Elexmedia Komputindo, 2015), dan Jika Esok Tak Ada Lagi (buku reliji, Penerbit Quanta Elexmedia Komputindo, 2015), dan sejumlah postingan instagram, fanpage. Selebihnya hanya hal-hal ganjil nan tak jelas. Gadis pecinta gerimis, embun, kopi, dan pemilik mimpi keliling dunia ini dapat dihubungi via surel di fatihatulfajri@gmail.com atau akun sosial medianya; IG @yusrina_sri, FB Yusrina Sri, dan FP Jejak Tinta – Yusrina Sri.
Books of Yusrina Sri
About This Book
Overview

Details

ISBN: 978-602-6506-76-4
Publisher: Erka
Publish Date: Februari 2018
Page Count:

“Seseorang Mencuri Ingatan Bapak”

There are no reviews yet.