• img-book

    Donny Syofyan

ISBN: 978-602-6506-02-3
Categories: ,

MENAPAKTILASI KESUSASTRAAN INGGRIS

by: Donny Syofyan

Sastra, mengutip pernyataan Robert Frost, adalah pertunjukan dalam kata-kata (performance in words). Sebagai sebuah pertunjukan, sastra mengajak kita untuk melihat, mendengar, mencium dan merasakan apa yang dianggap bagian berharga dari pengalaman hidup oleh pengarang. Dalam mengajarkan sastra, tidak jarang dosen atau guru menghabiskan waktu sekadar menjelaskan makna kata-kata dengan melompat dari ranah leksikal menuju makna sastra dengan menghadirkan interpretasi pribadi dari karya-karya sastra yang dibaca. Salah satu persoalan mendasar yang menyebabkan ini terjadi adalah kurangnya kecenderungan para guru dan dosen untuk melakukan telaah responsif-kritis terhadap karya-karya sastra yang diajarkan.

Beranjak dari keprihatinan demikian, saya percaya bahwa menulis telaah, komentar, kritikan atau apresiasi terhadap karya-karya sastra merupakan sebuah keniscayaan—akademis atau personal. Sebagai dosen kesusastraan Inggris, pelbagai tulisan yang ada dalam buku ini ini tentu sebagai respon atau komentar terhadap karya-karya sastra Inggris. Saya memandang penting untuk menyengajakan diri untuk lebih fokus kepada karya dan penulis sastra Inggris. Ini semata-mata bukan karena latar belakang saya sebagai dosen kesusastraan Inggris tapi juga dikarenakan minimnya tulisan, semisal kritik sastra, terhadap karya-karya sastra Inggris dalam bahasa Indonesia, lebih-lebih di media lokal. Tulisan seputar karya-karya sastra Inggris dengan bahasa Indonesia sangat diperlukan, terutama bagi mahasiswa atau peminat sastra Inggris, sehingga gambaran terhadap isi karya-karya itu tidak lagi sepenuhnya dengan sekadar membaca Wikipedia. Pembaca diharapkan mampu melihat sebuah karya dengan aspek yang menjadi primadona dan sudut pandangnya, terlepas sekecil apapun itu. Mereka harus menangkap snapshot (jepretan) bukan sekadar big picture (gambaran umum) dari novel, cerpen, lakon atau puisi kesusastraan Inggris yang mereka minati.

Meet the Author
avatar-author
Nama : Donny Syofyan TTL : Padang, 11 Desember 1978 Alamat : Jl. Sirsak IV/144 Perumnas Belimbing, Padang, 25157 Pekerjaan : Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (2002 – sekarang) Nomor Kontak : +62 812 6767 1150 dan +61 451 711 127 E-mail : kokom_97@yahoo.com donny.syofyan@gmail.com donnysyofyan@fib.unand.ac.id Pendidikan Universitas Andalas (1997-2002), Sastra Inggris, Sarjana Sastra (S.S) Australian National University (Januari-Desember, 2007), Public Administration, Diploma of Public Administration (Dippl. PA) University of Canberra (2008-2009), Human Resource Management, Master of Human Resource Management (M.HRM) Universitas Gadjah Mada, Program Master Ilmu Sastra (2010 – 2012), Master of Arts (M.A) Deakin University (2016-2020), Sastra Australia (Doctor of Philosophy) Juara III Lomba Artikel dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2012 Kemendiknas dengan judul “M-Learning: Menjangkau yang Tidak Terjangkau” (Haluan, 21 Maret 2012) Juara II Lomba Penulisan Artikel Peacekeepers Day 2012 PMPP TNI dengan judul “Revitalisasi Peacekeepers TNI” (Harian Bhirawa, 9 Mei 2012)
Books of Donny Syofyan
About This Book
Overview

Details

ISBN: 978-602-6506-02-3
Publisher: Erka
Publish Date: 2016
Page Count: 256

Sastra, mengutip pernyataan Robert Frost, adalah pertunjukan dalam kata-kata (performance in words). Sebagai sebuah pertunjukan, sastra mengajak kita untuk melihat, mendengar, mencium dan merasakan apa yang dianggap bagian berharga dari pengalaman hidup oleh pengarang. Dalam mengajarkan sastra, tidak jarang dosen atau guru menghabiskan waktu sekadar menjelaskan makna kata-kata dengan melompat dari ranah leksikal menuju makna sastra dengan menghadirkan interpretasi pribadi dari karya-karya sastra yang dibaca. Salah satu persoalan mendasar yang menyebabkan ini terjadi adalah kurangnya kecenderungan para guru dan dosen untuk melakukan telaah responsif-kritis terhadap karya-karya sastra yang diajarkan. Beranjak dari keprihatinan demikian, saya percaya bahwa menulis telaah, komentar, kritikan atau apresiasi terhadap karya-karya sastra merupakan sebuah keniscayaan—akademis atau personal. Sebagai dosen kesusastraan Inggris, pelbagai tulisan yang ada dalam buku ini ini tentu sebagai respon atau komentar terhadap karya-karya sastra Inggris. Saya memandang penting untuk menyengajakan diri untuk lebih fokus kepada karya dan penulis sastra Inggris. Ini semata-mata bukan karena latar belakang saya sebagai dosen kesusastraan Inggris tapi juga dikarenakan minimnya tulisan, semisal kritik sastra, terhadap karya-karya sastra Inggris dalam bahasa Indonesia, lebih-lebih di media lokal. Tulisan seputar karya-karya sastra Inggris dengan bahasa Indonesia sangat diperlukan, terutama bagi mahasiswa atau peminat sastra Inggris, sehingga gambaran terhadap isi karya-karya itu tidak lagi sepenuhnya dengan sekadar membaca Wikipedia. Pembaca diharapkan mampu melihat sebuah karya dengan aspek yang menjadi primadona dan sudut pandangnya, terlepas sekecil apapun itu. Mereka harus menangkap snapshot (jepretan) bukan sekadar big picture (gambaran umum) dari novel, cerpen, lakon atau puisi kesusastraan Inggris yang mereka minati.

“MENAPAKTILASI KESUSASTRAAN INGGRIS”

There are no reviews yet.