• img-book

    Lindawati

ISBN: 978-602-6222-52-7
Categories: ,

KALIMAT TANYA BAHASA MINANGKABAU

by: Lindawati

Dalam bahasa Minangkabau, kata tanya dasar dapat dirangkai-kan penggunaannya dengan kata tugas seperti kata depan atau dengan partikel sehingga dari kata tanya dasar sia ‘siapa’ dapat diturunkan kata tanya seperti: jo sia, dari sia, untuak sia, sia sajo, sia lai, sia bagai, sia pulo dan sia-sia ‘dengan siapa, dari siapa, untuk siapa, siapa saja, siapa lagi, siapa pula dan siapa-siapa’. Kata ganti tanya yang mengalami proses penggabungan itu akan mengalami perubahan makna sehingga fungsi dan peran unsur yang ditanyakan akan berbeda dengan kata tanya dasar. Jumlah kata tanya yang dapat muncul dalam kalimat tanya informasi apakah itu bentuk dasar maupun bentuk yang didahului preposisi atau diikuti partikel menggambarkan jumlah peran semantik yang biasa dipertanyakan dalam bahasa Minangkabau.

Pada dasarnya kalimat tanya dituturkan dengan harapan mitra tutur memberi respon dalam bentuk verbal berupa tuturan jawaban. Akan tetapi, dalam komunikasi, kalimat tanya tidak hanya dituturkan

untuk menanyakan sesuatu, tetapi juga digunakan untuk menyatakan berbagai tindakan. Jenis tindak tutur yang dapat dinyatakan dengan kalimat tanya bahasa Minangkabau adalah tindak tutur representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Beberapa kalimat tanya adakalanya dapat dimasukkan ke dalam lebih dari satu jenis tindak tutur. Respon dari kalimat tanya yang dituturkan untuk menyatakan berbagai tindakan itu ada yang berupa tindakan verbal berupa tuturan jawaban dan ada yang berbentuk tindakan.

Meet the Author
avatar-author
Lindawati lahir di Payakumbuh Sumatera Barat, memperoleh gelar Sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 1987 di Fakultas Sastra Universitas Andalas dengan skripsi “Transformasi Kalimat Negatif Ba-hasa Minangkabau”. Meraih gelar Master Bidang Linguistik tahun 1994 di Universitas Indonesia dengan tesis “Variasi Jawaban Tanya Ya–Tidak dalam Bahasa Indonesia”. Pada tahun 2013 menyelesaikan studi S3 di Universitas Gajahmada dengan disertasi “Kalimat Tanya dalam Bahasa Indonesia: Analisis Bentuk dan Fungsi”. Sejak tahun 1988 bekerja sebagai staf pengajar di Jurusan Mi-nangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Pernah mengi-kuti latihan penelitian di Johann Wolfgang Goethe University Frankfurt Am-Main-Jerman (Oktober 1997–Juli 1998). Penulis aktif mengikuti la-tihan pengajaran Bahasa Belanda di Erasmus Taal Centrum Jakarta. Penulis juga aktif mengikuti pertemuan ilmah kebahasaan se-perti seminar dan kongres. Artikel yang pernah ditulis dan dipublika-sikan antara lain: Kosa Kata Penunjuk Tempat dalam Bahasa Minang-kabau, Perilaku Berbahasa Lisan Remaja Perkotaan, Usaha Pelestarian Bahasa Minangkabau, dan Penggunaan Bahasa dalam Teks Dakwah di Padang, Konsep Diri dan Kerabat menurut Kebudayaan Minangkabau dll.
Books of Lindawati
About This Book
Overview

Dalam bahasa Minangkabau, kata tanya dasar dapat dirangkai-kan penggunaannya dengan kata tugas seperti kata depan atau dengan partikel sehingga dari kata tanya dasar sia ‘siapa’ dapat diturunkan kata tanya seperti: jo sia, dari sia, untuak sia, sia sajo, sia lai, sia bagai, sia pulo dan sia-sia ‘dengan siapa, dari siapa, untuk siapa, siapa saja, siapa lagi, siapa pula dan siapa-siapa’. Kata ganti tanya yang mengalami proses penggabungan itu akan mengalami perubahan makna sehingga fungsi dan peran unsur yang ditanyakan akan berbeda dengan kata tanya dasar. Jumlah kata tanya yang dapat muncul dalam kalimat tanya informasi apakah itu bentuk dasar maupun bentuk yang didahului preposisi atau diikuti partikel menggambarkan jumlah peran semantik yang biasa dipertanyakan dalam bahasa Minangkabau. Pada dasarnya kalimat tanya dituturkan dengan harapan mitra tutur memberi respon dalam bentuk verbal berupa tuturan jawaban. Akan tetapi, dalam komunikasi, kalimat tanya tidak hanya dituturkan untuk menanyakan sesuatu, tetapi juga digunakan untuk menyatakan berbagai tindakan. Jenis tindak tutur yang dapat dinyatakan dengan kalimat tanya bahasa Minangkabau adalah tindak tutur representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Beberapa kalimat tanya adakalanya dapat dimasukkan ke dalam lebih dari satu jenis tindak tutur. Respon dari kalimat tanya yang dituturkan untuk menyatakan berbagai tindakan itu ada yang berupa tindakan verbal berupa tuturan jawaban dan ada yang berbentuk tindakan.

“KALIMAT TANYA BAHASA MINANGKABAU”

There are no reviews yet.