ANEKDOT IVAN DAN YANG BUKAN IVAN
On August 9, 2017 | 0 Comments

“Ha ha ha. Hi hi hi. He he he.” Bagaimana kalau pembacaan terhadap buku pengarang kece Karta Kusumah yang berjudul “Panduan Membunuh Masa Lalu” dimulai dengan tertawa tiga persi? Persi pertama, tertawa dengan terbahak-bahak, terus sembari berkata “Lucu, lucu, lucu.” Persi kedua tertawa dengan sedikit senyum malu-lamu. Persi ketiga tertawa dalam hati, karena wajah memerah membaca isinya.

Cerpen-cerpen Karta Kusumah mengajak kita tertawa. Tertawa karena menertawakan begitu lugu orang-orang di sekitar kita dan tertawa karena kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Cerpen-cerpen ini mengajak kita tertawa ketika bertemu dengan persoalan bagi orang-orang tertentu yang mereka anggap rumit dan mengajak kita tertawa karena begitu jenakanya kerumitan itu.

Karta Kusumah mengajak kita melalui cerpen-cerpennya dalam “Panduan Membunuh Masa Lalu” untuk bermain-main, bermanja-manja, beromantis-romantis dengan kehidupan kita sendiri. Kehidupan hidup hanya lahir karena kita mengizinkannya lahir. Kerumitan hidup bakal menjadi sesuatu yang menyenangkan ketika melihatnya dengan cara pandang yang berbeda.

Cerpen-cerpen Karta Kusumah, mencoba mengurai kerumitan-kerumitan hidup dari orang-orang terdekat Karta Kusumah. Menurut si pelaku dalam dunia nyata hidupnya sangat sengsara, adakala skripsi tidak selesai-selesai, adakala hari-hari terasa suram, adakala cinta masuk pintu kamar orang lain, adakala burung emas peliharaan masuk sangkar burung teman, tersebab sangkar burung teman ternyata lebih terawat. Dan teman pemelihara sangkar begitu pandai bagaimana memanjakan burung jinak. Adakala masa lalu penjara dalam diri.

Kerumitan-kerumitan itu bagi karta sebagai seorang cerpenis adalah sesuatu yang lucu yang sebenarnya mampu membuat pembaca tetap awet muda: Rambut pirang pembaca kembali menjadi hitam. Kerut tujuh di kening pembaca langsung kembali menjadi licin seperti sehabis diminyaki. Pembaca berhasil menertawakan diri mereka sendiri. Pembaca menjadikan diri mereka parodi yang layak dinikmati seperti kita menonton di sebuah bioskop yang menampilkan parodi kenamaan.

Lihatlah bagaimana Karta Kusumah memparodikan Harlivan dalam cerpen pertama dalam buku ini Panduan Membunuh Masa lalu. Dalam kehidupan nyata pembaca cukup memangkas susunan huruf “harl” dalam kata“harlivan.” Pembaca bakal menemukan Ivan. Pembaca bakal diajak mengaduk-aduk isi perut melihat kelucuan Harlivan dalam merencanakan pembuatan sebuah buku panduan berjudul Panduan Membunuh Masa Lalu setelah Harlivan juga berhasil menyelesaikan buku-buku panduan yang lainnya.

Pada cerpen kedua dalam buku ini Pertengkaran Ivan Satu dan Ivan Dua, Karta Kusumah memparodikan dua Ivan yang saling bertengkar. Satu Ivan dalam wujud Ivan sebagai manusia, satu Ivan dalam wujud Ivan sebagai…, maaf saya tidak bisa mengatakannya kebenarannya, karena itu hanya akan membuat saya sebagai penulis menertawakan pembaca. Saya hanya bisa menghadirkan ulang kepada pembaca bunyi dari penggalan paragraf awalnya, “Maka beginilah akhirnya: Ivan Satu menghajar perut Ivan Dua dengan tangan kanan. Ivan Dua menggigit betis Ivan Satu. Ivan Satu menjerit, sejurus kemudian menyepakkan kakinya ke kepala Ivan Dua. Ivan Dua terlempar. Ivan dua menghambur lantas menggigit leher Ivan Dua.” Selebihnya silahkan terjemahkan sendiri apa maksudnya dana silahkan pembaca selesai sendiri bagaimana sambungan ceritanya dalam buku Panduan Membunuh Masa Lalu.

Ha ha ha, sungguh memalukan. Apanya yang memalukan? Kelucuan ini kalau tidak dinikmati sungguh memalukan. Berapa Harga yang Pantas untuk Kenangan Buruk. Ini cerpen ketiga yang ada dalam buku ini. Saya hanya ingin mengatakan A. Yani, bukan sesuatu yang asing bagi Padang. Maksud saya juga bagi Indonesia. Bagaimana kalau seseorang menunggu dan mencintai seseorang yang belum diciptakan dan dia sudah merasakan tulang rusuknya bergerak-bergerak pertanda bahwa cinta itu semakin besar saja? Silahkan masing-masing diri dari pembaca menjawabnya sendiri. Karena buku ini juga tidak memberikan jawaban terhadap hal itu. Buku ini menunjukkan jalan silahkan menemukan rumus jawaban masing-masing. Terserah dengan cara bagaimana pembaca harus menjawabnya.

Akhirnya saya hanya bisa mengatakan, silahkan nikmati buku ini entah dengan cara memakannya, membacanya, atau menjadikan bantal tidur dan bertemu dalam mimpi dengan Ivan yang lain yang mewujud cerita yang lain masih dari pengarang yang sama.*

 

 

Judul              : Panduan Membunuh Masa Lalu

Pengarang     : Karta Kusumah

Halaman        : 134 Hal

Penerbit         : Erka

Cetakan          : Pertama, Agustus 2016

Leave a reply